Sunday, August 25, 2013

Kenanganku dengan Fam

Seketika aku teringat akan kepedihan, kesedihan saat menerima hasil diagnosis dokter hampir dua minggu lalu.



Awal Agustus-2013


“Ini tumor, Mbak. FAM. Fibroadenoma Mammae. sudah gede loh, Kalau bisa segera dioperasi ya. Kalau tidak segera dioperasi, nanti bisa tambah besar dan jadi kanker..” ujar Dokter habibi. Deg. Aku terkejut, terguncang. Aku Mencoba tegar, kuat didepan ibu ku, tapi...seketika kualihkan pandanganku kewajah ibuku,  Air mataku tumpah. Tak kuat melihat bulir-bulir airmata yang memasahi pipi ibu ku :( ibu ku terlihat sangat panik, Ya Tuhan.
Kulangkahkan kakiku keluar dari ruangan, menghampiri bapak ku yang menungguku dg cemas. Sementara ibu ku sdg mengatur jadwal oprasi dg dokter. Dokter memberi rujukan untuk operasi di RS swasta (RS.M**) tepatnya tgl 1 agustus.

Akhirnya, setelah musyawarah dan meminta pendapat trlebih dahulu dg keluarga besar, Akhirnya keluarga pun memilih untuk dioperasi di RS.mardi waluyo dg alasan pelayanan bagus, dan RS itu, termasuk RS khatolik, jd merasa tenang jk berada disana:)

Puji Tuhan, aku langsung dpat jdwal oprasi tepat 3 hari sesudah kontrol, Tanggal 4 Agustus tepatnya.

Sekitar pukul 06.00 pagi, aku sudah berada dijalan menuju rs tersebut, ditemani dan diantar dg orang2 yang aku sayangi, ibu, bapak, adik, keluarga, dan sahabat :) Tepat pukul 07.00 aku sampai di RS, Tp kembali aku harus menunggu dokter datang karena jam kerja dokter ahli bedah pukul 08.30 .
Akhirnya dokter pun datang, setelah masuk ruangan dokter, aku diminta untuk pengambilan stempel darah terlebih dahulu. Setelah itu, Aku harus kembali bertemu dg jarum suntik, sungguh, aku amat sangat takut, Lalu suster menyuntik kan cairan antibiotik, "Tahan ya, ini agak sakit" Ujar Suster. Setelah itu, tangan kiriku kembali bertemu dg jarum suntik :( Suster memasang infus ditanganku,
Lalu suster menyuruhku untuk menunggu dokter sebentar, aku duduk sembari menyenderkan kepalaku dipundak ibuku. Tbtb aku merasa mual, pusing, tak karuan seperti akan pinsan, wajahku terlihat sangat pucat,putih, seperti orang yg sudh tak bernyawa "ujar ibuku".
Susterpun panik lalu aku dibawa menggunakan kursi roda ke ruang IGD, aku berbaring untuk memulihkan kesehatanku disana ditemani ibuku, pikiranku sudh tak karuan, aku takut hidupku hanya sampai disini :( Hnya doa yg terus, dan terus aku ucapkan dlm hati. Setelah 30 menit.an [Puji Tuhan, kesehatanku kembali pulih.

Lalu aku dibawa ke deoan ruang operasi.
Di ruang tunggu operasi, aku diberi baju khusus. Sebisa mungkin aku menyembunyikan kepanikan dan rasa gugup. Tapi ya gimana lagi, kegugupanku tetap terlihat, wong memang takutnya bukan main. Bersamaku, ada ibu-ibu yg akan melahirkan dg operasi caesar, dan ibu2 pula yg akan operasi tumor kandungan.

Namaku dipanggil. Nderedeg, pasti. Aku diminta berbaring di meja operasi. Dan hidungku dipasang selang oksigen. Bajuku dibuka, lalu ditutupi kain, Wah, mukaku ketutupan, padahal aku ingin melihat prosesnya secara langsung, hehehe. Dokter menyuntikan bius melalui infusku,  Tapi setelah itu tak terasa apa-apa. Aku seperti bermimpi bertemu Yesus, sungguh merasa dekat dg Tuhan.

Tidak lama, operasi selesai dan aku mulai sadar dr obat bius, ternyata aku sudh berada di kamar rawat, dan baru terasa sakitnya, nyut2an, huaahh.
Disampingku sudh  org2 yg aku sayangi tentunya, hehe, ibu, bapak, saudara, kekasih (wahyu), dan shbt (Ani) :)
Aku dirawat selama 1 hari 1 malam. Karena peraturan di RS, yg menunggu pasien hnya boleh 2 org, maka yg menjagaku malam itu hnya bapak ku dn kekasihku. Mereka menjagaku dg penuh perhatian. hehe :)Aku merasa sangat bersyukur kpd Tuhan, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dg orang2 yang aku sayangi :) Trimakasih Tuhan :) 


Meski sudah diangkat, aku masih khawatir. Dikarenakan, kata salah satu dokter yang menanganiku saat kontrol pasca operasi, FAM bisa tumbuh lagi, bisa juga risiko kanker. Hwaah. Aku sangat takut :(
Tapi gak apa2, mungkin dengan ini aku diingatkan untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih teratur lagi menata hidupku. Jaga diri, jaga kesehatan, dan selalu melakukan yang terbaik.

Puji Tuhan, aku memiliki kekasih, sahabat dan keluarga terbaik, yang selalu ada di sampingku setiap saat. Aku juga masih punya mimpi-mimpi dan rencana yang ingin segera kuraih. Jadi, semangaaaat! 

No comments: