Sunday, August 25, 2013

WAKTU - JARAK DAN PERBEDAAN

Waktu dan Jarak...
Yeah..semua itu seperti momok yang sangat menyeramkan..

Sedikit story atau cerpen yang sengaja ingin saya share.  Bagi stalkler yg membaca yang sekiranya gak suka dg story ini, mohon maaf saya tdk ada maksud apa2. Untuk yang kerjaannya selalu menilai tanpa pernah mengenal, mencibir tanpa pernah memahami. Hanya skedar curahan hati saja, bodoh memang, mungkin kalian akan menjudge "kurang kerjaan banget sih yohana ini" atau mungkin ada yang tertawa riang sambil menatap layar laptop, membaca rangkaian kata yg saya share. 
Tapi ya.... 

Selamat membaca :)

Sebut saja wanita dlm kisah ini "novi"Dan pria "putra" 

Pertemuan memang indah..
        Suasana bahagia yang tercipta ketika dua insan remaja sedang bersama, Canda dan tawa yang tidak akan bisa terlupa, menjadi kenangan terindah :) Kisah cinta ini tak seperti kisah cinta yang lainnya. Bukan sekedar kisah cinta yang abal-abal :D Sudah banyak yang telah dilewati.
Sangat bersyukur kepada Allah, telah mempertemukan novi dg pria sepertinya :)
Bahagia ketika bersamanya, Sepi dan Kesedihan seakan lenyap.
Tapi....Yeahh, seperti kata orang, cinta tak selamanya manis, jalan tak semuanya mulus dan terkadang banyak kerikil-kerikil kecil yang harus dilewati terlebih dahulu.
Aku sebenarnya sangat benci harus bertemu dg saat2 sprti ini. Tapi....kembali harus aku hadapi kenyataan yang sungguh sangat berat ini.

Ditengah-tengah suasana santai dan bahagia, perbincangan singkat sembari menyantap makan malam disebuah pondok makan. Sebuah percakapan kecil yang sungguh sangat menusuk dihati.

Putra : "Aku agak kesel sama kawanku"
Novi  : "Kesel kenapa?"
Putra : " Waktu Idul Fitri kan aku silaturahmi kerumah AM, sama kawan2. Nah si RM dateng sama gebetan                      barunya. Aku bilang lah "yg punya pcr baru lupalah sm kawan"
           Si AM, AJ, dan RM nyaut "Alah iri aja deng, makanya bawa cewe lu juga dong, oia deng lupa cewe lu kan beda alam, cari tuh yang sealam dong !!:D"
 Novi : (hanya bisa tersenyum tanpa berkatasepatah katapun) 

Ya Tuhan, novi baru tersadar, iya aku tau...aku berbeda keyakinan dg mereka, tapi apakah salah jika aku dg keyakinanku mencintai seorg pria yang berbeda keyakinan dg ku????
Bukankah Tuhan itu sama? Tuhan saja tak pernah menghakimi atau mendiskriminasikan perbedaan itu.Jadi, intinya teman0temannya secara tdk langsung menolak kehadiranku, karena aku berbeda?Mereka ingin putra mencari penggantiku yang seiman dg dia? Rasanya aku ingin berteriak "Apa salahku???"Bukankah semua agama itu sama? Sakit rasanya.....

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB, kita segera bergegas untuk pulang dan melanjutkan perbincangan dirumah. Kembali sebuah perbincangan yang membuatku sedih, kecewa, bingung dll...
Ktanya "Aku tanggal 18 besok udah berangkat kuliah diluar kota loh yank"Hatiku bertambah tak menentu, aku beum siap berpisah dg nya.
Ingin aku berkata "Mengapa secepat itu"tapi mulut ini seakan membisu, tak sanggup berkata apa-apa lagi. Hanya air mata yang dapat mencurahkan segalanya.
Lalu katanya lagi "Aku mau nanya, bagaimana dg hubungan kita? " Aku kembali terdiam, hatiku seakan remuk. Aku takut, semakin takut dg kata perpisahan. Aku semakin sayang dia. Tapi kenapa, Tuhan..mengapa semakin sakitt???
Karena aku hanya terdiam seribu bahasa, akhirnya putra lgi yang memulai perbincangan...

Kata2 yg aku dengar dr mulutnya : ...
Jujur aku tidak ingin hubungan ini berakhir, waktu 1,5 tahun itu bukan waktu yang sangat cepat, sudah banyak kisah demi kisah yg telah kita lalui bersama, suka dan duka. Aku ada banyak pertimbangan :
1. Jarak dan waktu pasti akan menjadi kendala bagi hub kita, Kalau kamu udh berangkat ke luar negeri ntar sibuk    kerja, sedgkan aku diluar kota nanti pasti sudh sibuk dg kuliah, belum lagi harus nyambi kerja juga. Kesibukan
   kita mungkin saja bisa menghambat komunikasi kita, belum tentu kita nanti bisa saing memberi kabar. 
2. Waktu...
    waktu 2 tahun itu bukan waktu yg cepat, itu lama... yang aku takutkan nanti pada akhirnya salah satu dr kita         da yg kecewa atau tersakiti. Kn kita gk tau bagaimana kedepannya. Km diluar negri pasti bnyak pria yg lbh           tampan+kaya. Begitupun dg aku dikota kembang, Aku takut nanti kalau kita lanjutkan hub ini, lalu kita                   bertemu 2 taun lagi, akan ada yang tersakiti , lalu berkata" mana janji2 manismu ?? ah bulshit semua" 
3. Aku takut saling membohongi diri sendiri.
    Maksudnya, jarak yang relatif jauh.... aku disini dan kamu disana, kita tak saling tahu apa yg pasangan kita sdg     lakukan. Bisa jd bilgnya lg sibuk kerja eh gk taunya lg jalan dg pria/wanita lain. Sama saja kita membohongi         diri sendiri dn pasangan kita. Sdgkan aku sndiri nanti kalau sudh di kota kembang pasti sibuk dg                           organisasi&banyak temen wanita, nanti kamu nethink dan salah paham. Aku jg hrus membagi waktu untuk           belajar, dll. Aku takutnya km marah2 terus, kan kita msh pcrn, jd kita msh puny bnyak waktu untuk bergaul dg     teman, belajar. Kalau kita sudh menikah baru kita bolh bilg dunia miik berdua, Di kehidupan hnya difokuskan         untuk kamu dan aku.
Aku jg ingin, kita jadian kan atas dasar suka sama suka lalu kita buat kesepakatan untuk pcrn. Begitu pulajika kita ingin mengakhiri hub ini, aku tdk akn mengambil keputusan sepihak, kita buat kesepakatan, aku gk mau kita ntr jd musuhan, biarpun kita sudh putus, tali silaturahmi tetap harus dijaga,
Tpi....
Kalaupun km masih ingin jg melanjutkan hub ini, kita buat kesepakatan, saling percaya, pegang komitmen, positife thinking dn jgn saling curiga. Said "putra"


Entah apa yang novi rasakan sekarang...seperti guncangan besar yang melanda hatinya, sedih yang memuncak, menangispun tak dapat lagi luapkan segalanya._____________



Tapi semua itu tetap harus dijalani, dengan senyuman dan doa, semua pasti bisa trlewati, Tuhan mengerti.,.Tuhan peduli :) Serahkan semuanya sama Tuhan :) Semua pasti indah pada waktunya ^^
Sabar, kita bisa lewati ini

Oke, story penghantar tidur, good nite stalkler :)

No comments: